Juli 23, 2008 pada 1:07 pm (Uncategorized)
UJI KETAHANAN BERBAGAI HIBRIDA TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea cv. capitata L.) TERHADAP INFEKSI JAMUR PATOGEN
Y.Sri Wulan Manuhara1),Ni Nyoman Tri Puspaningsih2),Sri Puji Astuti W.1),Widhi Dyah Sawitri.1)
1)Departemen Biologi Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
2)Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga
——————————————————————————————————————————————-
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ketahanan berbagai hibrida tanaman kubis asal impor dan lokal terhadap infeksi jamur patogen dilihat dari besarnya nekrosis daun dan profil proteinnya. Sebagai bahan penelitian digunakan 6 jenis hibrida tanaman kubis yaitu hibrida K-K Cross, Ishito, Sinjuku, Gloria osena, Rotan osena, dan Investor, sedangkan jamur patogen yang digunakan adalah Penicillium sp., Mucor sp., Aspergillus sp dan Alternaria sp. Uji ketahanan dilakukan dengan cara menginokulasikan miselium-disk (diameter 5 mm) yang telah ditumbuhi jamur patogen di permukaan atas daun tanaman kubis. Tanaman kemudian dipelihara dalam keadaan lembap dan gelap. Tiga hari sesudah inokulasi diukur diameter nekrosis yang terjadi pada daun. Untuk mengetahui profil proteinnya dilakukan SDS-PAGE. Hasil penelitian menunjukkan tingkat ketahanan enam hibrida tanaman kubis terhadap infeksi berbagai macam jamur berbeda-beda, tetapi berdasarkan besarnya nekrosis akibat infeksi jamur diperoleh bahwa tanaman kubis lokal (Gloria osena, Rotan osena dan Investor) lebih tahan dibanding tanaman kubis impor (K-K Cross, Ishito, Sinjuku). Profil protein dari enam hibrida tanaman kubis yang digunakan dalam penelitian ini sama, yaitu terdiri dari enam pita dengan berat molekul 200 kDa, 150 kDa, 100 kDa, 50 kDa, 40 Da, 30 kDa. Di antara pita protein tersebut terdapat pita dengan berat molekul 33 kDa yang menunjukkan berat molekul dari protein enzim -1,3-endoglukanase.
Keywords: Brassica oleracea cv. capitata L., ketahanan tanaman, infeksi, jamur patogen
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 23, 2008 pada 12:40 pm (Uncategorized)
Widhi Dyah Sawitri, 2008. Identification of β-1,3-endoglukanase Protein in Cabbage Cultivars (Brassica oleracea var. capitata L.) after Infected Some Pathogen Fungal. The Script is under guidance by Dr. Y. Sri Wulan Manuhara, M.Si and Dra. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si. Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Airlangga University.
—————————————————————————————————————————————–
ABSTRACT
Cabbage (Brassica oleracea var. capitata L.) is one of agricultural important crop that has some cultivars. Productivity of the crop is affected by some factors. One of disadvantage that can decrease the productivity is presence of disease caused by fungal pathogen infection. Some cabbage cultivars had been identified to possess defence system for pathogen infection. β-1,3-endoglukanase is one of enzyme which has a function to defence against pathogen fungal infection. This enzyme catalyzes the hydrolysis of β-1,3-glukan which is a major component of cell wall of most fungi and it has a molecule weight of 33 kDa. The hydrolyze yields elicitors and it then induces production of phytoalexins antifungal. This research was conducted for early identification of β-1,3-endoglukanase protein based on its molecular weight in SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphonat Polyacrylamide Gel Electrophoresis). The identification was carried out after cabbage cultivars (KK Cross, Gloria Osena, Ishito 3, Shinjuku, Rotan Osena, dan Investor 369) were infected by four fungal pathogens that are Penicillium sp., Mucor sp., Aspergillus sp., and Alternaria sp. One week after infection, the presence of necrotic on surface of leaves was observed. Result of necrotic observation showed that some of the cabbage cultivar was susceptible to the fungal pathogen infections, that were KK Cross and Shinjuku cultivars. However, Gloria Osena, Ishito 3, Rotan Osena, and Investor 369, were more resistance to fungal pathogen infection than KK Cross and Shinjuku. The SDS-PAGE analysis showed that the cultivars which were infected by Alternaria sp. and Aspergillus sp. could not produce β-1,3-endoglukanase protein band. These results showed that cabbage cultivars were susceptible when they were infected by Alternaria sp. and Aspergillus sp.
Keywords : β-1,3-endoglukanase, Brassica oleracea var. capitata L., pathogen fungal, necrotic, SDS-PAGE, resistance
Tinggalkan sebuah Komentar
Juli 23, 2008 pada 11:53 am (biomol)
Tags: riset
Widhi Dyah Sawitri, 2008. Identifikasi Protein β-1,3-endoglukanase Berbagai Hibrida Tanaman Kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) Setelah Diinfeksi Beberapa Jamur Patogen. Skripsi dibawah bimbingan Dr. Y. Sri Wulan Manuhara, M.Si dan Dra. Sri Puji Astuti Wahyuningsih, M.Si. Departemen Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga.
—————————————————————————————————————————————-
ABSTRAK
Tanaman kubis (Brassica oleracea var. capitata L.) merupakan salah satu jenis tanaman pertanian penting yang memiliki berbagai macam hibrida. Produksi tanaman kubis dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu penyebab kerugian yang dapat menurunkan produktifitas tanaman kubis adalah adanya penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur patogen. Beberapa jenis tanaman kubis diketahui mempunyai sistem ketahanan terhadap serangan penyakit. β-1,3-endoglukanase merupakan salah satu enzim yang berfungsi sebagai sistem pertahanan melawan jamur patogen. Enzim ini mengkatalisis proses hidrolisis β-1,3-glukan yang merupakan komponen utama dinding sel jamur dan mempunyai berat molekul 33 kDa. Proses hidrolisis tersebut menghasilkan elisitor dan kemudian menginduksi terbentuknya fitoaleksin sebagai antifungi. Penelitian ini dilakukan untuk identifikasi awal keberadaan protein β-1,3-endoglukanase berdasar berat molekulnya menggunakan SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulphonat Polyacrylamide Gel Electrophoresis). Identifikasi dilakukan setelah hibrida-hibrida tanaman kubis (KK Cross, Gloria Osena, Ishito 3, Shinjuku, Rotan Osena, dan Investor 369) masing-masing diinfeksi dengan empat jenis jamur patogen yaitu Penicillium sp., Mucor sp., Aspergillus sp., dan Alternaria sp. Seminggu setelah infeksi dilakukan pengamatan keberadaan nekrosis pada permukaan daun. Hasil pengamatan nekrosis menunjukkan bahwa beberapa hibrida tanaman kubis rentan terhadap infeksi jamur patogen, yaitu hibrida KK Cross dan Shinjuku. Sedangkan hibrida Gloria Osena, Ishito 3, Rotan Osena, dan Investor 369, ketahanan akibat infeksi jamur patogen dapat digolongkan lebih tinggi daripada KK Cross dan Shinjuku. Hasil analisis protein melalui SDS-PAGE diketahui bahwa hibrida yang diinfeksi oleh Alternaria sp. dan Aspergillus sp. tidak dapat memunculkan keberadaan protein β-1,3-endoglukanase, tetapi hibrida yang diinfeksi Penicillium sp., dan Mucor sp. menunjukkan keberadaan adanya protein β-1,3-endoglukanase. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman kubis paling rentan jika diinfeksi dengan Alternaria sp. dan Aspergillus sp.
Kata kunci : β-1,3-endoglukanase, Brassica oleracea var. capitata L., jamur patogen, nekrosis, SDS-PAGE, ketahanan
& Komentar