Analisis molekuler tersebut dapat berupa analisis asam nukleat maupun analisis protein. Di sini saya akan menjelaskan sekilas saja tentang beberapa metode dalam analisis molekuler, karena analisis lebih lanjut akan saya jelaskan secara spesifik lagi.
Beberapa metode analisis molekuler diantaranya adalah :
1. Proteomic
2. Immunohistokimia
3. Southern Blot
4. Northern Blot
5. Western Blot
6. Insituhibridization
7. Immunoflourescence
8. Apoptosis
9. PCR
Pada analisis asam nukleat yaitu utamanya adalah DNA, terdapat tiga macam analisis. Analisis pertama adalah analisis keberadaan (uji kualitatif) dengan metode insituhibridization. Metode tersebut pada prinsipnya adalah dihibridisasi dengan probe, yaitu hibridisasi DNA pada sayatan histologi metode parafin dengan menggunakan probe RNA. Mekanismenya kurang lebih suatu jaringan dihomogenkan – isolasi DNA – elektroforesis – dibloting ke dalam nitroselulose – dihibridisasi dengan RNA yang akan diukur – band hasil hibridisasi diukur kadarnya dengan densitometri. Analisis kedua adalah mengukur kadar dengan Southern Blot. Dan yang terakhir adalah sequensing nukleotida dengan menggunakan PCR.
Analisis asam nukleat selanjutnya adalah analisis RNA. RNA dalam hal ini adalah mRNA (mesegger RNA). Analisisnya ada dua yaitu, analisis secara kualitatif dengan insituhibridization dan analisis secara kuantitatif dengan Nouthern Blot.
Selain asam nukleat, metode analisis molekuler juga berlaku pada protein. Analisis pada protein diantaranya secara kualitatif dengan imunohistokimia dan imunoflourescence. Imunohistokimia di sini yang diuji adalah antigennya, dengan primernya adalah antibody. Begitu halnya untuk mengetahui lokalisasi protein dengan imunohistokimia dan imunoflourescence. Sedangkan analisis kuantitatif dengan menggunakan Western Blot. Dan yang terakhir sequencing asam amino dengan proteomic